jump to navigation

Single Sign On (SSO) April 1, 2011

Posted by sinurat23 in Single Sign On (SSO).
Tags: , ,
add a comment

Single Sign On (SSO) dapat diartikan teknologi yang mengijinkan pengguna jaringan agar dapat mengakses layanan dalam jaringan hanya dengan menggunakan satu akun pengguna saja. Oleh karena itu semua server dapat diintegrasikan dan untuk mengakses seluruh server tersebut cukup menggunakan satu akun saja. Dengan menggunakan SSO, seorang pengguna hanya cukup melakukan proses otentikasi sekali saja  untuk mendapatkan izin akses terhadap semua layanan yang ada di dalam jaringan. Sistem SSO menghilangkan permintaan otentikasi lagi ketika user mengganti aplikasi selama session masih berlaku.

Secara logika, kepraktisan single sing-on dapat dianalogikan seperti gedung dengan beberapa ruangan, akan lebih praktis jika ada satu kunci master yang dapat membuka semua ruangan tersebut. Namun kepraktisan ini jika tidak dijaga dengan benar menjadi kelemahan. Jika kunci master tersebut jatuh ketangan orang yang tidak berhak, akan menimbulkan dampak ke seluruh ruangan dalam gedung tersebut. Jadi, system administrator harus bisa menjaga keamanan password-nya.

Namun dalam penggunaan sistem SSO sama juga dengan penggunaan sistem lain yaitu tanpa menggunakan SSO. Password yang digunakan dalam mengakses aplikasi harus dijaga dalam penggunaanya, contohnya saat aplikasi sudah tidak diakses lagi,  agar tidak lupa untuk melakukan logout dari aplikasi yang diakses, sehingga pihak-pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut.

Keuntungan yang didapat dari penggunaan single sign-on ialah :

  1. User tidak perlu menghafal lebih dari satu username dan password.

Hal ini akan memudahkan system administrator kerena user akan jarang meminta system administrator untuk me-reset password-nya karena lupa.

2.  System administrator akan bekerja lebih efisien.

Untuk membuat username seorang karyawan baru, mengubah konfigurasi username, dan menonaktifkan username tersebut pada saat ada seorang karyawan keluar, cukup dengan menambah, mengubah, atau menghapus satu username sekali saja.

3.  Meminimalkan kesalahan administrasi.

Setelah system administrator mengubah atau menonaktifkan satu username dengan sekali perintah saja, semua server secara otomatis mengikuti perubahan tersebut tanpa ada yang terlewatkan.

 

ASAL MULA VIRUS December 8, 2008

Posted by sinurat23 in IT News.
1 comment so far

1949, John von Neumann, menggungkapkan ” teori self altering automata ” yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.

1960, Lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T) mencoba-coba teori yang diungkapkan oleh John von Neumann, dengan membuat suatu jenis permainan/game. Mereka membuat program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini akhirnya menjadi permainan favorit di tiap-tiap lab komputer. Tetapi, semakin lama program yang diciptakan makin berbahaya, sehingga mereka melakukan pengawasan dan pengamanan yang ketat terhadap permainan ini.

1980, Program-program tersebut yang akhirnya dikenal dengan sebutan “virus” ini berhasil menyebar keluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di masyarakat umum.

PENGERTIAN VIRUS

“A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer system or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows“

( Fred Cohen )

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan “worm”. Tulisan ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.


KRITERIA VIRUS

Suatu program dapat disebut sebagai suatu virus apabila memenuhi minimal 5 kriteria berikut :

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi

2. Kemampuan untuk memeriksa suatu file

3. Kemampuan untuk menggandakan diri dan menularkan diri

4. Kemampuan melakukan manipulasi

5. Kemampuan untuk menyembunyikan diri.

Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.

1. Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam suatu directory. Untuk apa? Agar dia dapat memperoleh daftar file yang bisa dia tulari. Misalnya, virus makro yang akan menginfeksi semua file data MS Word, akan mencari daftar file berekstensi *.doc. Disinilah kemampuan mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/data semua file, lalu memilahnya dengan mencari file-file yang bisa ditulari. Biasanya data ini tercipta saat file yang tertular/terinfeksi virus atau file program virus itu sendiri dibuka oleh user. Sang virus akan segera melakukan pengumpulan data dan menaruhnya (biasanya) di RAM, sehingga apabila komputer dimatikan semua data hilang. Tetapi data-data ini akan tercipta kembali setiap kali virus itu diaktifkan. Biasanya data-data ini disimpan juga sebagai hidden file oleh virus tersebut.

2. Kemampuan memeriksa suatu program

Suatu virus juga harus bisa memeriksa suatu file yang akan ditulari, misalnya dia bertugas menulari program berekstensi *.doc, maka dia harus memeriksa apakah file dokumen tersebut telah terinfeksi ataupun belum, karena jika sudah, akan percuma menularinya lagi. Ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan menginfeksi suatu file/program. Yang umum dilakukan oleh virus adalah memiliki/memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut. Contoh penandaan adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik di setiap file yang telah terinfeksi.

3. Kemampuan untuk menggandakan diri

Kalo ini memang virus “bang-get”, maksudnya, tanpa kemampuan ini tak adalah virus. Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari file lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya. Jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya penularan dengan cara menuliskan byte pengenal pada file tersebut, dan seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file sasaran. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk menulari/menggandakan dirinya adalah :

a. File yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. Kemudian diciptakan suatu file berisi program virus itu sendiri menggunakan nama file yang asli.

b. Program virus yang sudah dieksekusi/load ke memori akan langsung menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file yang ada.

4. Kemampuan mengadakan manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus menulari suatu file. Isi dari suatu rutin ini dapat beragam mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang melakukan perusakan. Rutin ini umumnya digunakan untuk memanipulasi file atau pun mempopulerkan pembuatnya ! Rutin ini memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System), sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem operasi. Misal :

a. Membuat gambar atau pesan pada monitor

b. Mengganti/mengubah-ubah label dari tiap file, direktori, atau label dari drive di PC

c. Memanipulasi file yang ditulari

d. Merusak file

e. Mengacaukan kerja printer, dsb

5. Kemampuan Menyembunyikan diri

Kemampuan menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.

Langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

- Program virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan program lain yang dianggap berguna oleh pemakai

- Program virus diletakkan pada Boot Record atau track pada disk yang jarang diperhatikan oleh komputer itu sendiri

- Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak terlalu berubah ukurannya

- Virus tidak mengubah keterangan/informasi waktu suatu file

- dll

SIKLUS HIDUP VIRUS

Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

- Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )

Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi tertentu, semisal: tanggal yang ditentukan, kehadiran program lain/dieksekusinya program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini.

- Propagation phase ( Fase Penyebaran )

Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, RAM dsb). Setiap program yang terinfeksi akan menjadi hasil “kloning” virus tersebut (tergantung cara virus tersebut menginfeksinya).

- Trigerring phase ( Fase Aktif )

Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa kondisi seperti pada Dormant Phase.

- Execution phase ( Fase Eksekusi )

Pada fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya. Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb

JENIS – JENIS VIRUS

Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, saya akan coba memberikan penjelasan tentang jenis-jenis virus yang sering berkeliaran di masyarakat umum.

1. Virus Makro

Jenis virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar. Virus ini ditulis dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh jika pada komputer mac dijalankan aplikasi Word, maka virus makro yang dibuat dari bahasa makro Word dapat bekerja pada komputer bersistem operasi Mac ini.

Contoh virus:

- Varian W97M, misal W97M.Panther

Panjang 1234 bytes, akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.

- WM.Twno.A;TW

Panjang 41984 bytes, akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya berekstensi *.DOT dan *.DOC

- dll

2. Virus Boot Sector

Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar. Virus ini dalam menggandakan dirinya, akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan diload ke memori dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar (contoh : monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar ke seluruh drive yang ada dan yang terhubung ke komputer (contoh : floopy, drive lain selain drive c.

Contoh virus :

- Varian virus wyx

ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ;

Panjang :520 bytes;

Karakteristik : memory resident dan terenkripsi.

- Varian V-sign :

Menginfeksi : Master Boot Record ;

Panjang 520 bytes;

Karakteristik : menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)

- Stoned.june 4th/ bloody!:

Menginfeksi : Master Boot Record dan floopy;

Panjang 520 bytes;

Karakteristik : menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan pesan “Bloody!june 4th 1989″ setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali.

3. Stealth Virus

Virus ini akan menguasai tabel interrupt pada DOS yang sering kita kenal dengan “Interrupt interceptor”. Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.

Contoh virus :

- Yankee.XPEH.4928,

Menginfeksi file *.COM dan *.EXE ;

Panjang 4298 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu

- WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth dimasukkan pula disini), Menginfeksi floopy an motherboot record;

Panjang 520 bytes;

Karakteristik : menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.

- Vmem(s):

Menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ;

Panjang fie 3275 bytes;

Karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.

- dll

4. Polymorphic Virus

Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus, artinya virus ini selalu berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.

Contoh virus:

- Necropolis A/B,

Menginfeksi file *.EXE dan *.COM;

Panjang file 1963 bytes;

Karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan dapat berubah ubah struktur

- Nightfall,

Menginfeksi file *.EXE;

Panjang file 4554 bytes;

Karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,memiliki pemicu, terenkripsidan dapat berubah-ubah struktur

- dll

5. Virus File/Program

Virus ini menginfeksi file-file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi, baik itu file *.EXE, maupun *.COM biasanya juga hasil infeksi dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.

6. Multi Partition Virus

Virus ini merupakan gabungan dari virus boot sector dan virus file. Artinya pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot sector.

BEBERAPA CARA PENYEBARAN VIRUS

Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar, virus komputer dapat menyebar ke berbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai media, diantaranya:

1. Disket, media storage R/W

Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya. Media yang bias melakukan operasi R/W (Read dan Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2. Jaringan ( LAN, WAN,dsb)

Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file yang mengandung virus.

3. WWW (internet)

Sangat mungkin suatu situs sengaja ditanamkan suatu “virus” yang akan menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

4. Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan

Banyak sekali virus yang sengaja ditanamkan dalam suatu program yang disebarluaskan baik secara gratis, atau trial version.

5. Attachment pada email, transfering file

Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.

PENANGULANGANNYA

1. Langkah-Langkah untuk Pencegahan

Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :

o Gunakan antivirus yang anda percayai dengan update terbaru. Tidak perduli apapun merknya asalkan selalu diupdate, dan auto-protect dinyalakan maka komputer anda terlindungi.

o Selalu scanning semua media penyimpanan eksternal yang akan digunakan, mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika auto-protect antivirus anda bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.

o Jika anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan antivirus anda dengan Firewall, Anti-spamming, dsb.

o Selalu waspada terhadap fle-file yang mencurigakan, contoh : file dengan 2 buah exstension atau file executable yang terlihat mencurigakan.

o Untuk software freeware + shareware, ada baiknya anda mengambilnya dari situs resminya.

o Semampunya hindari membeli barang bajakan, gunakan software-software open source.

2. Langkah-Langkah Apabila telah Terinfeksi

o Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah di disket, jaringan, email dsb. Jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda mengisolasi komputer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable sambungan internet dari control panel)

o Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda, dengan cara:

- Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb

- Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat auto-protect berjalan berarti virus definition di dalam komputer anda tidak memiliki data virus ini, cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk kemudian anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdate, maka upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus yang memiliki update terbaru.

o Bersihkan virus tersebut. Setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.

o Langkah terburuk. Jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat ulang komputer anda .

PENUTUP

Semoga pembahasan mengenai virus ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi kita semua. Tulisan ini ditujukan untuk pembelajaran semata sehingga sangat diharapkan kritik dan sarannya. Apabila banyak kekurangan pada tulisan ini harap dimaklumi. Terakhir, penulis merasa perlu untuk mengucapkan terima kasih kepada *puji, echostaff (MOBY, the_day, z3r0byt3, comex,), newbie_hacker members, dan semua pencinta Opensource.

REFERENSI

1. [ Stallings, William ], “ CRYPTOGRAPHY AND NETWORK SECURITY , principle and practice: second edition ” , Prentice-Hall,Inc., New Jersey ,1999

2. [ Salim, IR.Hartojo ], “ Virus Komputer, teknik pembuatan & langkah-langkah penanggulangannya ”, Andi OFFSET, Yogyakarta , 1989.

3. [ Amperiyanto, Tri ], “ Bermain-main dengan Virus Macro ”, Elex Media Komputindo, Jakarta,2002

4. [ Jayakumar ], “ Viruspaperw.pdf ”, EBOOK version

5. [ y3dips ], “ pernak pernik Virus ” , http://ezine.echo.or.id, Jakarta, 2003

6. “ Virus Definition dari salah satu Antivirus ”

7. diambil dari acehforum “Fadhlans”

Article:

http://ab4nxc.wordpress.com/2007/03/16/pengertian-virus-komputer-1/

About U3 Smart June 29, 2008

Posted by sinurat23 in All About 'U3' Flash Drive.
add a comment

u3

It’s official, the floppy drive is dead. Indeed, Dell and a plethora of other PC manufacturers have simply stopped including the decades-old drive, thanks in no small part to the smaller, lighter, and faster USB flash drive that can carry over 1,000 times the standard 3.5″ floppy. We’ve watched the evolution of the portable data disk, but now it’s time to take that evolution a step further.

Enter the U3 smart drive. Co-developed by SanDisk and M-Systems, the open-standard U3 platform allows users to take their applications, not just data, with them to any USB-equipped Windows PC and to launch them with as little as two clicks. True, while applications have been tweaked by users to run directly off a flash drive, applications written for U3 smart drives don’t require a geek to set up, and are 100% legal to operate.

Two Letters for the Price of One
The first time we plugged our retail Geek Squad U3 Smart Drive into the computer, Windows automatically recognized the drive and set the Add New Hardware wizard to work, identifying not one but two drives taking up two drive letters.u3A small, 4MB read-only system partition of the U3 drive pretends to be a CD-ROM drive, while the data partition shows up as a regular flash drive. Because Windows is led to believe that the system partition is a CD, U3 takes advantage of the AutoPlay feature in windows to automatically run the U3 LaunchPad and unlock the data partition of the drive. It should be noted that U3 will run on any Windows 2000/XP system, regardless if the user has administrative rights or not.

After the LaunchPad’s animated splash screen disappeared, we were greeted by an Oddcast talking presentation of the U3 platform’s features and a quick intro of how to use the LaunchPad and download additional applications. Kudos goes to whoever thought of using the Oddcast system for a quick intro of how to use the drive, as it provides a user-friendly way for new users and computer-illiterate types to quickly jump into using the drive.

Apps Ahoy!

The LaunchPad is the heart of the U3 smart drive, and bears a striking resemblance to the Windows XP start menu. Accessed from a U3 icon in the system tray, it provides quick access to applications and documents installed on the U3 smart drive, as well as mean to manage them.

The left side of the LaunchPad lists the installed applications and next to their icons, with a convenient Download Programs link underneath that links to the U3 software catalog. The right side of the LaunchPad contains links to open the data partition in an explorer window, manage installed apps and the drive itself, and get help.u3

Programs can be either downloaded via the built-in web browser (barebones Internet Explorer), or installed from a file on the local computer. In the case of the Geek Squad drive, we are given a third option to download software from the Geek Squad’s software catalog (actually hosted by M-Systems, one of the U3 co-founders), which is just the three applications and intro that came preloaded. Not that it matters to most users, but there are two file-types associated with the U3 platform. *.u3i is an XML-based text file that defines the application’s version, download path and working parameters, whereas *.u3p is a zip file containing everything needed to run an application.

Most users will find themselves downloading new programs from software.u3.com. While somewhat quirky in design, the site organizes the various applications into 9 different overlapping categories that can then be sorted by name, price, or download availability. Quick links to download freeware or trialware allow users to quickly try software before making a purchase decision. A Top-5 Downloads and Coming Soon section also help to see what new applications everyone’s raving about.

While some of our favorite applications like Dmailer, Thunderbird, Trillian, Winamp and McAfee AV are already out for download, it’s quite interesting to see what’s headed to the platform. Skype’s PC to Phone VoIP service, Firefox’s superior web browser, PocketSearch’s file content search, and PocketCache’s snapshot-based backup system are sure to make a splash when they become available, and there’s even a DVD authoring program headed for the drive. What strikes us as odd however is that we couldn’t find any word processing applications mentioned yet, so for now we’ll just have to fill the gap with Portable OpenOffice.

Once a U3 application is installed on the drive, you can specify the order in which it appears in the LaunchPad, and tell it to start every time the drive is plugged into a computer. Detailed statistics on the version, footprint of the program, last run time, and vendor are also available.

For Your Eyes Only
It’s possible to lock down the U3 smart drive’s data partition with a password so that files will remain secure from prying eyes, complete with password hint. When security is enabled, the CD-ROM partition will load first, and will only enable the data partition after authentication. A password hint can be specified for those with bad memories, and in a worst case scenario the entire data partition can be erased if the password is truly forgotten.

u3

Enabling security comes at the expense of backwards compatibility however. Because U3 is only compatible with Windows 2000 and XP, any Mac, Linux, or Windows 98/ME users will not be able to authenticate themselves to see the partition. When plugged into a Mac running OS X 10.3, we didn’t see the data partition at all until security was disabled. Users working in a cross-platform environment may wish to look into an alternative security application to secure their documents. Also, it is unclear if files stored on the drive are encrypted or not, but most likely they are not because it takes mere seconds to enable security for a near-full 512MB drive.

One curious discovery we made was mention of a self-destruct feature in the U3 help files, stating that after a certain amount of invalid password attempts, the drive would lock itself permanently requiring a total reformat. We tested this on the Geek Squad drive, but after 100 invalid password attempts our data was still accessible. Only time can tell how secure the U3 platform really is.

The Bottom Line
U3 is an important step in the evolution of how we get our work done. User-friendly and well documented, U3 smart drives are something that we could actually give to our grandparents without worrying about how many times they’ll be calling us for tech support.

In the future when office applications are released, parents can send their U3-equipped kids off to college knowing that they can get their work done on any of the school computers without having to buy an expensive laptop. Perhaps most importantly, people with multiple computers will actually be legal and don’t have to deal with paying over $300 on products like Office thanks to End User License Agreements (EULAs) being written per flash drive instead of per computer.

About the only thing we can see wrong with the U3 platform is the lack of cross-platform compatibility, but that might change later on now that Macs are going x86.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.